Pada suatu hari, seekor anak singa terpisah dari induknya. Ia begitu sedih dan merasa kehilangan, sehingga ketika melihat segerombolan kambing, anak singa itu mengikutinya, hingga akhirnya masuk ke dalam komunitas mereka.
Anak singa tersebut makan dedaunan layaknya seekor kambing. Ia pun mencari makan di padang rumput seperti kambing pada umumnya; sampai tumbu muda dan menjadi dewasa.
Ia mengembek dan makan rumput seperti kaambing pada umumnya. Anak singa tersebut belum sadar akan kelebiha yang ia miliki. Ia belum sadar kalau memiliki kekuatan dan keberanian yang lebih besar dari pada kambing.
Pada suatu pagi singa tersebut pergi ke sungai untuk menghilangkan dahaga. Di sana di sana ia melihat wajahnya yang terpantul oleh kilatan air. Ia heran dan kagum. Wajahnya tidak menyerupai wajah kambing yang menjadi bapaknya. Wajah itu juga tak sama dengan wajah saudara-saudara atau ibunya
Saat asyik berpikir itulah singa tersebut bertemu gajah. Ia bertanya,
“siapa aku?”Tanya singa tersebut
“Kamu singa, keturnan singa,” jawab gajah sambil bergegas pergi. Setelah mendengar keterangan itu, ia mengaum keras sekali hingga menciutkan nyali semua kambing yang ada.
Renungkanlah, Anak singa yang beberapa waktu lalu masih mengembik, sekarang mampu mengaum Gerang. Apa yang terjadi. Apa yang membuatnya berubah? Tidak lain karena ia mampumenemukan jati diri. IA berani unjuk kekuatan dan membuka tabir yang menutupi hakikat dirinya.
Saya tidak menganjurkan Anda menjadi anak singa tersebut. Akan tetapi, percayalah pada diri sendiri, hingga akan tampak jelas kalau anda memiliki hal yang sangat berpotensi..
Kutipan dari buku “Optimislah Anda memiliki Semuanya”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar