Jumat, 25 Juni 2010

kapal yang berlayar di daratan

Ini bukan kisah bohong, tapi kejadian nyata. Kisahnya,panglima perang Muhammad al-fatih
bertekad melakukan ekspansi ke konstatinopel (yang sekarang berubah menjadi aljazair penj.). Akan tetapi
dia menghadapi masalah besar ketika ingin melayarkan kapal-kapalperangnya ke daerak posfor ke Qarm adz-Dzahabi.
Sebab, jika panglima al-Fatih berusaha melayarkan kapal-kapalnya pasti akan di gempur pasukan Eropa yang siaga di pinggir pantai.
Karena itu, satu-satunya cara adalah membuat jalan dari arah pegunungan.
Dia memasang papan-papan kayu, lalu melumurinya dengan minyakdan lemak kemudian menarik kapa-kapal itu
dari pofor keQarm adz-Dhahabi melintasi gunung sejauh tiga mil.
malam itu juga, muhammad al-Fatih mulai mempersiapkanjalan, memasang papan-papan kayu,
dan menarik tujuh puluh kapal perang sejauh tiga mil dalam satu malam.
Ketika pagi menjelang, pihak musuh terkagum-kagum menyaksikanlangkah yang kreatif itu,
yang belum pernahada bandingnya dalam sejarah.
Ide cemerlang tersebut merupakan salah satu faktor utama hinggakonstatinopel yang memiliukipertahanan tangguh bisa di taklukan.
Coba renungkan, seandainya panglima perang Muhammad al-Fatih putus asa dan berkemauan lemah,
pasti dia tidak akan memperoleh ide cemerlang tersebut. Akan tetapi, dia percaya diri dan mampumelakukan apa yang belum
pernah er[pikirkan oleh manusia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar